"Apa?" tanya Airin tatkala Jeong Guk menatapnya tanpa berkedip. Tubuh telanjang mereka masih basah oleh keringat, tapi keduanya tak merasa risih untuk saling berpelukan. "Kenapa kau tak melawan saat aku menyiksamu?" "Kau ingin aku melawan seperti apa? Aku bilang aku bukan Se Hwa, kan? Aku Airin dan aku tak terlibat urusan apa pun dengan siapa pun itu Hwang Se Hwa." Jeong Guk terdiam sesaat, lalu tersenyum. "Kalau begitu, anggaplah kau menebus dosa leluhurmu." "Dia juga bukan leluhurku." Jeong Guk tertawa. Sementara Airin hanya mendengkus kesal. Perlahan wanita itu melepaskan pelukannya. "Mau ke mana?" tanya Jeong Guk. "Pekerjaanku masih banyak. Aku tak mau ada yang menyiksaku lagi." "Biar aku urus." Jeong Guk menjentikkan jemarinya. Sihir menyelimuti rumah itu, lalu seluruh pekerja

