Jeong Guk bersimpuh di dalam sebuah kuil. Dia menunduk dalam memikirkan apa yang sebenarnya terjadi. Patung Nenek Samin sang pemberi kehidupan tersenyum di hadapannya. "Kau pasti tau apa yang terjadi, kan, Nek? Aku sangat bingung. Aku membenci wanita itu, tapi di sisi lain aku merasa sakit setiap kali dia menderita. Apa tindakanku ini salah, Nek?" Jeong Guk menitikkan air mata. Awan berarak tiba-tiba muncul di langit Korea. Gerimis pun turun mengikuti jatuhnya tetes-tetes air mata Jeong Guk. Petir menyambar. Warga Korea menatap langit dengan bingung. Pejalan kaki menghentikan langkah dan memilih berteduh. Mereka tak membawa payung. Pasangan kekasih di taman pun memilih berlari masuk ke mobil dan kembali ke rumah. Jeong Guk enggan menghentikan tangisannya. Dia butuh jawaban atas segala

