Proses pemakaman sudah selesai. Airin tak henti-hentinya menangis sambil menatap dua abu jenasah dalam guci yang telah disemayamkan. Di balik rak kaca itu juga dipajang photo kedua orang tuanya. "Eomma, Appa ... mianhe ...," ucap Airin. "Maafkan aku, aku mungkin tak bisa datang sering-sering. Bukannya tak sayang kepada kalian, tapi kalian pasti tahu apa yang terjadi kepadaku. Tolong lindungi aku selalu, Eomma, Appa," kata Airin. Wanita itu menghapus jejak air matanya. Dia pun melangkah keluar setelah memberikan penghormatan terakhirnya. Sementara itu, di luar sana Jeong Guk telah menantinya dengan tak sabar. Dia duduk di dalam mobil. Airin tak mengerti entah dari mana pria itu mendapatkan mobil dan bagaimana caranya dia belajar mengemudi, tiba-tiba saja dia sudah punya segalanya, p

