Jeong Guk menatap Airin yang duduk bersimpuh di hadapannya. Kepalanya menunduk sembari meminta maaf begitu dalam. Wanita yang bersamanya pun berdiri dengan angkuh sambil bersedekap. "Dengar Airin, jangan pernah lakukan kesalahan yang sama! Aku tak suka pembantuku tidur di atas sofaku yang mahal," kata Yeon Ji. "Maafkan saya, Nona ...," ucap Airin membungkuk. "Kalau bukan karena Jeong Guk yang merekomendasikanmu jadi pembantuku, aku tak akan pernah mau memaafkanmu." Wanita itu menoleh kepada Jeong Guk. "Sayang, kalau aku marah, aku boleh menyiksanya, kan? Kau bilang dia memiliki mutiaramu, jadi dia tak akan mati kalau aku siksa, kan?" "Lakukan saja apa pun yang kau mau, Sayang. Tapi, jangan sampai dia mati dengan cepat. Kalau kau ingin membunuhnya, biarkan dia mati pelan-pelan. Memiliki

