Kian menjalani terapi intensif untuk mengatasi hipers*ksualit4s yang selama ini membayangi kehidupannya. Ia sadar bahwa kondisi ini tidak hanya memengaruhi dirinya, tetapi juga telah melukai hati Ashley. Selama satu bulan terakhir, Kian secara teratur berkonsultasi dengan psikiater dan mengikuti terapi perilaku kognitif untuk mengendalikan impulsnya. Terapi itu berat, mengharuskannya menghadapi sisi tergelap dalam dirinya. Setiap sesi terapi membuka luka-luka emosional yang tersembunyi sejak lama, tetapi ia bersikeras untuk bertahan. Kian juga diberikan obat-obatan tertentu untuk membantu menyeimbangkan kadar hormon dan mengendalikan dorongan s*ksu4lnya. Ashley, yang awalnya ragu untuk mendukung suaminya, mulai melihat perubahan. Kian menunjukkan komitmen nyata, pulang tepat waktu setiap

