*Happy Reading* "Gimana, Nur? Kamu mau kan nikah sama Aaron secepatnya?" Papa bertanya kembali saat aku masih belum memberikan jawaban. Nikah sama Aaron, ya? Mau aja sih aku mah. Kelihatannya Aaron cowok baik, kok. Mapan dan humoris. Mukanya juga lumayan gak bikin malu buat dibawa ke kondangan. Akan tetapi .... "Pa, bukannya Nur gak mau. Tapi ... Papa tahu kan gimana hubungan kami." Setelah mendesah panjang. Aku mulai mengungkapkan uneg-unegku. Soalnya, meski Aaron memang calon yang lumayan sayang untuk dilewatkan. Tetapi saja, aku masih punya ganjalan terhadapnya. Dan ... pernikahan itu bukan hal main-main. Aku harus benar-benar memikirkannya sebelum mengambil keputusan. "Aku sama Aaron tuh baru kenal, Pa. Itu pun cuma dua hari. Abis itu, dia langsung ngilang gitu aja. Selama tig

