*Happy reading* "Sebetulnya, saya waktu itu hanya iseng saja melamar kamu. Sekaligus menguji kamu, kira-kira bisa gak saya ajak nikah settingan. Jujur saja, saya sudah pusing dirong-rong Tita waktu itu." Bangsul! Aku baru saja akan menyalak si duda resek itu. Tak terima dengan sahutan kurang ajarnya tadi. Sebelum tiba-tiba Bunda menggebrak meja dengan keras, bahkan langsung beranjak dari duduk seraya menyalak pada si papah. "Settingan! Settingan! Settingan aja terus! Sebenarnya anda ini pengusaha atau artis settingan, sih? Drama banget hidupnya?!" Mamam, tuh! Emang enak diomelin. Lagian benar kata bunda. Si duda itu tuh emang gak mirip pengusaha. Udah mah tukang bikin sensasi, eh hidupnya ternyata penuh settingan. Kan, kalah dah aku yang artis beneran. Eh, mantan artis. Kan udah pensi

