Part 72

1239 Kata

*Happy Reading* Aku tahu pasti. Pak Vino sebenarnya tidak terima begitu saja nasehat dari si gemoy. Justru dia marah. Terlihat dari kepalan tangan yang sampai memutih buku-bukunya di dua sisi tubuh. Beruntung Papa segera memanggilnya. Hingga debatan ini pun segera berakhir. Huft ... syukurlah. "Wah, Nur. Tumbenan lo bijak. Kesambet apaan lo?" Intan langsung berbisik memuji keberanian Nurbaeti yang memang tidak biasanya. "Kesambet jajanan mahal kayaknya. Kayak kuaci ini aja. Naik pesawat kemaren dia bareng gue. Maklum, kan gue baru balik dari luar negeri." Si gemoy malah menyombongkan diri. Tentu saja, hal itu akhirnya mengundang jitakan Intan pada kepalanya. Juga cubitan di pipi dengan gemas, dan rebutan kuaci yang sedang dipegangnya. "Kalau gitu bagi! Kali Bella bisa mendadak ins

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN