Part 71

1270 Kata

*Happy Reading* Sebenarnya aku tidak ingin terlalu memikirkan ucapan Tita. Bukan karena aku gak percaya atau menuduh Tita bohong. Aku tahu kok, anak kecil tidak akan bohong. Hanya saja, aku gak mau denial lagi. Mencoba tidak terpengaruh untuk kembali meluluhkan hati pada si duda. Okeh, mungkin sedikit rasa bersalah itu ada. Karena aku ternyata selama ini salah mengira. Si duda tidak memanfaatkan. Semuanya atas kemauan Tita sendiri. Lalu, aku harus apa? Itu tidak akan serta merta membuat aku langsung luluh dan membuka hati lagi. Ayolah! Aku sudah dua kali kecewa, loh. Masa aku masih segampang itu buat baper. Iya, kan? Kek gak ada belajarnya sama sekali. Lebih dari itu, aku sendiri ngerasa udah 'B' aja sama si duda. Rasa baper yang pernah aku rasakan dulu, sudah hilang entah kemana. E

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN