Part 46

1194 Kata

*Happy Reading* Melihat wajah papa yang sudah keruh dan menegang, aku mencoba meminta atensinya dengan mengusap tangannya yang ada di atas tanganku. "Pa?" "Papa keluar dulu, kalian ngobrol-ngobrollah yang nyaman." Tiba-tiba papa pamit. Beranjak dengan segera dan meninggalkan ruangan. Ego seorang lelaki, kalian mengerti? Melihat itu, istri baru papa pun turut pamit setelah berbasa basi sebentar dengan teman-temanku. Mungkin dia tidak nyaman di sana kalau tidak ada papa. Entahlah, aku tidak mau memikirkannya. "Wah, kayaknya bakal ada season baru, nih. Judulnya, cinta terhalang restu mertua," ceplos Nurbaeti tanpa beban. Duduk di kursi bekas papa dengan nyaman. "Nggaklah. Mana ada author bikin cerita begitu. Itu sih cerita sebelah semua." Intan menimpali, seraya berdiri di sebelahku

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN