Daniel keluar dari mobil, kedatangannya langsung disambut oleh Jack sang asissten. "Gimana, Jack?" tanyanya seraya membuka jas yang membungkus tubuh kekarnya. "Apa udah ada informasi tentang gadis itu?" sambungnya lagi, lalu duduk di kursi kebesarannya. Daniel memilih tinggal sendiri dan tanpa gangguan siapapun. Sementara kedua orang tuanya tinggal di Bandung dan menghabiskan masa tua mereka di sana. "Saya mendapatkan gambar wanita itu saat keluar dari kamar, Tuan!" Jack menunjukkan layar iPad-nya pada Daniel. Daniel menyimpitkan mata, berusaha mengenali wajah wanita yang ada di dalam foto tersebut. "Siapa wanita ini? Kenapa punggungnya nggak asing?" Sial, saat Daniel berusaha mengingat, kepalanya justru terasa sakit. Sontak saja lelaki itu memegang kepalanya. "Tuan!" Jack mele

