Bab 28. Saudara tiri

1014 Kata

"Apa yang Kakak lakukan di sini?" tanya Daisy dengan kening mengerut heran. Lia menatap sinis adik tirinya. Ia menyunggingkan senyum remeh seolah Daisy tidak layak untuk ia lihat dalam waktu lama. "Pelet apa yang kamu berikan sama Evan? Kenapa dia nggak bisa lupain kamu?" tanya Lia menuduh, sebab ia sangat gemas dengan suaminya yang masih saja memikirkan cinta di masa lalunya. Daisy hanya menarik napas dalam. Sebenarnya ia lelah harus menghadapi masalah yang sama. "Kenapa Kakak nggak nanya sama Evan, kenapa dia mikirin aku?" Daisy menatap sinis kakak tirinya itu. Jika dulu ia mudah ditindas dan menangis. Namun, tidak dengan sekarang, ia adalah perempuan tegas. "Kamu..." Lia mengepalkan tangannya dengan erat. "Dasar perempuan nggak tahu diri," sambungnya kemudian. Bukannya tersi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN