Bab 43. Pergi

1025 Kata

"Elu yakin sama keputusan elu?" tanya Yuna sekali lagi sembari membantu Daisy memasukan barang-barang ke dalam kopernya. "Ini yang terbaik, Yun. Gue nggak mau jadi beban!" Bohong jika Daisy tak ingin sebuah pengakuan seperti yang dikatakan oleh Ryandra dan Yuna. Hanya saja ia sadar siapa dirinya, perempuan tak punya masa depan sepertinya memang tidak layak untuk bahagia. Ryandra tampak menghela napas panjang. Sebenarnya ia keberatan dengan permintaan Daisy, tetapi sebagai sahabat ia tak bisa menolak. Ryandra tidak mau nanti, Daisy tertekan lalu berpengaruh pada bayi yang ada di dalam kandungannya. Ketiga orang itu tampak menggemaskan barang mereka. Entah kenapa mereka akan pergi? Melihat barang-barang yang begitu banyak, terlihat jelas bahwa mereka akan pergi dalam waktu yang lama. D

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN