"Apa kamu benar-benar tau di mana mereka, Dan?" Daniel bertanya dengan serius seraya menatap wajah adiknya itu, berharap bahwa apa yang dikatakan Dante memang benar adanya. Dante membalas dengan anggukan kepala. Jika berbicara dengan sang kakak, mana berani dia bohong. Apalagi pembawaan wajah Daniel yang serius dan tampak dingin. "Mereka mau pulang ke sini, Kak," jawab Dante. Mata Daniel berkaca-kaca, beberapa kali dia mengusap wajahnya tak sabar. Benarkah Daisy dan ketiga anaknya akan kembali ke sini? Apakah penantiannya selama kurang lebih enam tahun akan segera berakhir? "Katakan di mana mereka, Dan!" Desak Daniel. "Sabar, Kak. Tunggu mereka kembali, baru Kakak boleh tau!" sarkas Dante sembari mengusap bahu sang kakak, seolah sedang menyalurkan kekuatan lewat usapan tangannya.

