Ternyata Mereka Dulu Satu SMA

1266 Kata

"Zak-Zaki yang mana?" ulang Mas Hamid dengan suara yang terdengar bergetar. Aku menyeringai kecil melihat ketakutan yang jelas terpancar di wajah suamiku. "Temen SMA aku." Aku menjawab asal. Berharap dia tak bertanya lebih jauh. Karena aku sedang tidak ingin berbicara banyak hal dengannya. Pun mendiskusikan perihal Zaki bersama dirinya, rasanya … ini bukan waktu yang tepat. Ya, sebelum hasil tes DNA keluar, selama itulah aku ingin mendiamkan Mas Hamid. Sumpah, rasanya malas sekali aku berhadapan dengannya. Jangankan berbicara, memandang wajahnya saja aku enggan sebenarnya. "Ya udah, Mas, aku tidur dulu,ya, aku ngantuk." Aku menarik langkah dari ruang tamu, meninggalkan dia yang wajahnya semula terlihat tegang, lalu kini tampak pias. Mungkin, dia masih belum sepenuhnya percaya jika ada

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN