Sungguh, ingin rasanya aku pergi dan mendatangi rumah Bu Ida untuk memastikan ada tidaknya suamiku di sana. Namun, kutahan. Buat apa? Bukankah kau sudah berniat mencari jalan lain untuk memastikan kebenaran, Lisa? Sudut hatiku kembali berbisik. Jangan kau kotori rencanamu dengan tindakan barbar unfaedah itu, Lisa. Sabar … sabar …. Kalau terbukti dia memang ayah kandung Meisha, fix bubar. Tak mau lagi dipusingkan oleh tingkah aneh Mas Hamid yang pergi begitu saja dengan sengaja meninggalkan ponselnya, aku memilih untuk merebahkan tubuh. Entah pukul berapa, Mas Hamid kembali ke rumah. Aku tidak tahu. Mata yang keburu mengantuk setelah berhari-hari mengalami insomnia, memaksaku tidur tanpa menunggunya pulang terlebih dahulu. *** "Pergi ke mana tadi malam?" tanyaku pagi ini ketika Mas

