“Ian benar-benar berkata seperti itu?” Mata Azka melebar mendengar penuturan Hana tentang kedatangan Rama serta pengakuan Ian bahwa selama ini dia berpura-pura tidak tahu apa-apa, nyatanya dia tahu segalanya. Hana pun mengatakan bahwa Ian menerima Azka sebagai calon ayah baru. Hana mengangguk semangat. “Ya, sekarang kita hanya harus memikirkan bagaimana perceraian itu bisa terjadi. Ayah mertuaku harus bisa setuju dengan perceraian tersebut agar tidak ada penghalang,” ujarnya. Ya, mereka hanya perlu membuat Handaru setuju dengan hal itu karena Hana yakin Rama sudah tidak akan mencoba memintanya kembali lagi. “Kalau begitu ....” Bunyi bel menginterupsi kata-kata Azka, mereka berdua saling berpandangan, seolah bertanya siapakah yang datang bertamu selarut ini. “Biar aku saja yang buka,”

