27. Isi hati Deon

1659 Kata

Gadis dengan seragam putih biru itu mengedar pandang. Entah hanya perasaanya saja, atau memang ada seseorang yang tengah memanggilnya. Tidak memanggil namanya, tetapi hanya seperti suara siul. Setelah merasa tidak menemukan apa pun, gadis yang menguncir kuda rambutnya itu memilih melanjutkan langkah. Namun, suara semacam desisan atau siulan itu kembali terdengar.   “Woi! Sini!”   Sekarang terdengar jelas suara seorang pemuda. Gadis itu melongok ke arah pintu gerbang usang yang membatasi sekolahnya dengan sebuah tanah kosong.   “Woii!”   Gadis itu memicingkan mata, mencoba mengenali sosok yang kini tengah mengintip di sana. Itu bukan hantu, bukan? Ini siang hari, dan jelas hantu mana bisa menunjukkan diri?   “Ambilin tas gue!” Pemuda itu seperti ingin berteriak, tetapi tertahan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN