Kamalea menolak untuk satu mobil dengan Deon. Maka ia mengirim pesan pada laki-laki itu untuk bertemu di salah satu kedai kopi yang tdak jauh dari kantor. Kamalea datang terlebih dulu karena ia menggunakan jasa ojek online. Wanita itu duduk di bangku yang membelakangi pintu masuk, maka dari itu ia tidak menyadari sosok Deon yang kini berjalan ke arahnya dengan wajah resah. “Hai,” sapa laki-laki itu yang dibalas senyuman tipis oleh Kamalea. “Pesen dulu aja, Mas.” Kamalea berusaha untuk menjadi waras dengan menahan segala amarah yang kini bersarang di hatinya. Melihat sosok Deon yang kini menampilkan wajah santai, membuatnya nyaris meledakkan amarah. Namun, ia tidak akan membuat dirinya malu lebih jauh lagi. Deon mengangguk, segera bangkit untuk memesan sesuatu. Tidak lama, lak

