29. Mulai membaik

1769 Kata

“Ma!” Kamalea mengetuk pintu kamar mamanya yang tidak tertutup. Lalu segera masuk saat wanita yang telah melahirkannya itu mengisyaratkannya untuk masuk.   “Kenapa, Kak?” tanya Soraya sembari meletakkan jarum dan benang yang tadi menjadi kesibukannya. Jika Kamalea sampai datang ke dalam kamarnya, itu artinya ada sesuatu yang penting. Apalagi jika mengingat wajah murung yang putri sulungnya itu tunjukkan beberapa hari ini, Soraya yakin ada sesuatu yang terjadi.   Kamalea memilih merebahkan kepalanya di pangkuan mamanya yang kini tengah duduk di tepi kasur.   “Aku pengin wujudin mimpi eyang, Ma,” ujar Kamalea sembari menikmati usapan lembut tangan sang mama di kepalanya. Rasanya sudah lama sekali ia tidak bermanja seperti ini.   “Yang buka toko kue?” Kamalea segera mengangguk sebag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN