20. Rencana makan malam

1617 Kata

“Nggak dijemput Deon?”   Lea yang sudah siap untuk melangkah ke luar segera menoleh ke arah mamanya yang kini berdiri di ambang pintu. Bukan hal yang perlu dirahasiakan lagi karena Deon memang sering menjemput dirinya ke rumah. Namun, biasanya mamanya sibuk di dalam rumah, dan tidak kepo seperti saat ini.   “Enggak, Mas Deonnya lagi ada perlu di luar kantor. Aku—“   “Tunggu, Kak!” potong mamanya cepat, dan Kamalea pun kembali menoleh dengan kerutan bingung. Ada raut waspada yang tampak saat melihat mamanya seperti ingin mengatakan sesuatu.   “Kenapa, Ma? Aku telat ni, entar.” Kamalea melirik arloji yang melingkar di tangannya, lalu kembali mendongak untuk menatap wajah sang mama.   “Itu, nanti malam papa kamu ngundang Deon buat makan malam, bisa?” tanya Soraya penuh harap. Kamal

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN