“Lea! Temenin gue, yuk!” Kamalea yang sedang membersihkan muka bersiap untuk tidur seketika berjengit kaget. Pasalnya Revka muncul begitu saja tanpa mengetuk pintu kamarnya terlebih dulu. “Nggak ada sopan-sopannya jadi orang. Ketuk pintu dulu bisa, kan?” ketus Kamalea. Bukannya merasa bersalah atau bagaimana, Revka malah hanya tertawa kecil. “Udah nih ketuk,” ujar laki-laki itu sembari mengetuk pintu yang ada di depannya dengan cengiran menyebalkan. “Lain kali ketuk dulu, kalau gue lagi nggak pakai baju gimana?” Revka malah mengerutkan kening, lalu masuk begitu saja dengan membiarkan pintu kamar Kamalea terbuka. Dan dengan santai laki-laki itu duduk di tepi kasur sahabatnya itu. “Udah biasa aja, kan dulu sering liat.” Kamalea hanya mendelik kesal, lalu memilih unt

