Kamalea menjalani bisnis yang ia rintis dengan sungguh-sungguh. Meski tahu semuanya tidak akan berjalan mudah, tetapi ia optimis akan berhasil asalkan tidak mengenal kata menyerah. Apalagi kini banyak yang membantunya dalam bidang promosi. Tidak hanya Revka dan Mita, bahkan Riko, laki-laki yang sudah ia tolak pun ikut melakukan promosi kepada teman-temannya, sehingga untuk minggu depan Kamalea mendapat orderan yang cukup lumayan. “Ini depenya ya, Mbak.” Kamalea menerima itu dengan senyuman lebar. Minggu depan wanita yang mengaku sebagai teman Riko itu akan mengadakan acara arisan, dan memesan kue yang cukup banyak di toko kuenya. “Wah, Mbak Lea hebat, baru dua minggu buka udah dapat orderan besar aja,” ujar Tiwi, pegawai yang Kamalea pekerjakan untuk membantunya setelah pelanggan t

