47. Tidak akan pernah berubah

1543 Kata

Tidak perlu mencubit lengannya atau pun menampar pipinya sendiri Kamalea tahu jika kini dirinya ada di alam mimpi. Apa yang tersaji di depan matanya tampak tidak ada di dunia nyata yang kini ia tinggali. Rimbun pepohonan, gemericik suara air, nyanyian burung yang kini tampak hinggap di beberapa pohon membuat suasana terasa syahdu dan juga nyaman. Bahkan kupu-kupu dengan berbagai warna juga tampak terbang di atas taman bunga yang mendadak muncul begitu saja di samping kirinya.   “Lea.”   Suara itu menyita perhatian Kamalea yang tengah duduk tenang di salah satu bangku taman. Ia yang mengenakan dress putih dengan motif bunga merah muda seketika menoleh ke sumber suara. Di mana,  seorang laki-laki yang ia kenal muncul di sana, menyorongkan setangkai mawar merah ke arahnya.   “Ini bua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN