14. Rencana nekad Kamalea

1642 Kata

Kamalea pikir, setelah pertanyaan yang Deon tanyakan itu, akan ada pembahasan lanjut. Namun, nyatanya tidak ada yang terjadi setelah itu karena ponsel Deon terus berdering. Dan setelahnya, Deon bersikap biasa saja, malah seolah tidak mengingat perkataan yang sudah membuat Kamalea berangan jauh.   Sudah dua hari berlalu, dan semuanya masih sama seperti biasa, tidak ada sesuatu yang spesial. Tidak ada yang Deon luruskan dan tidak ada yang berkembang.   “Lesu amat itu muka.” Kamalea yang sedang termenung di teras rumahnya seketika menoleh. Wanita itu menggeser tubuhnya, memberikan Revka tempat untuk duduk.   “Ini hari Minggu loh,” ujar laki-laki itu sembari menatap dedaunan yang bergoyang tertiup angin.   “Siapa yang bilang Jumat?” ketus Kamalea tanpa mau melihat Revka yang kini memi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN