“Mas.” Kamalea melirik Deon yang duduk tepat di sampingnya. Laki-laki itu mengalihkan perhatian dari danau buatan di depannya dengan alis terangkat sebagai isyarat tanya. “Ada yang pengin aku omongin,” ujar Kamalea tenang. Mengingkari hatinya yang terasa tidak keruan karena apa yang akan ia katakan bukan lah hal yang biasa. Bahkan Revka yang mendengar rencananya saja langsung berseru gila. “Apa itu?” tanya Deon dengan senyum manis seperti biasa. Senyum yang mampu membekukan dunia Kamalea saat itu juga, dan nyaris apa yang sudah terancang di kepalanya menghilang berantakan. Beruntung wanita itu mampu mengendalikan diri dengan cepat hingga situasi hatinya kembali dalam keadaan kondusif. “Emm, kita udah berapa lama kenal?” Entah Kamalea memang sedang berniat bertanya atau tidak. K

