31. Sosok sahabat

1694 Kata

Kamalea hanya menatap kesal Revka yang kini berdiri menjulang di hadapannya. Bahkan ia enggan menerima bungkusan yang sahabatnya itu sorongnya. Entah apa isinya, Kamalea sama sekali tidak tertarik.   “Sori, gue beneran ada urusan mendesak tadi,” ujar laki-laki itu sembari duduk dan meletakkan bungkusan berisi cokelat ke pangkuan Kamalea. Lalu keduanya menatap dedaunan yang tertiup angin malam.   “Gara-gara lo gue harus berurusan sama cowok ngeselin,” bisik Kamalea dengan nada ketus. Ia masih kesal dengan kalimat yang Riko katakan tadi. Memang tidak ada yang salah, tetapi entah kenapa rasanya ia sangat kesal. Dan ini semua tidak akan terjadi jika Revka tidak pergi begitu saja.   Sementara Revka tidak langsung merespon, meski sebenarnya ia sangat penasaran. Laki-laki itu tahu jika sah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN