Peter membawa Jina ke rumahnya. Tidak ada tempat lain lagi yang aman dari Walter, kecuali rumah Peter atau Jiles. "Ayahku tidak akan pulang untuk beberapa hari ke depan, jadi santai saja," ujar Peter, sembari menyodorkan kaos dan celana miliknya serta Jiles pada Jina "Apa yang kau katakan soal membunuh ayahmu, apa sungguhan?" tanya Jina. "Kenapa tidak?" balas Peter sembari tersenyum. "Aku mungkin akan merasa bersalah, karena Jiles pasti tidak menginginkan hal itu," "Ya ampun... kenapa kau sangat memikirkannya? Kau menyukainya?" "Ck, tidak, tapi dia teman pertamaku, aku sangat menghargai," "Oh, wow, aku sangat terkejut mendengarnya. Kau ternyata bisa menghargai orang juga, toh? Ckck, hebat." "Apa itu terdengar remeh?" "Tidak, aku hanya terkejut. Bagaimana denganku? Aku kan juga tem

