Di tengah hiruk-pikuk dan kepanikan karena luka di leher Ririn, kewaspadaan semua orang melemah. Kesempatan emas itu tidak disia-siakan oleh Arka. Dengan gerakan secepat kilat dan penuh keputusasaan, ia menghimpun tenaga. "Dukk! Akhh!" Satu sikutan keras dan telak menghantam ulu hati salah satu polisi yang memegangnya. Petugas itu terjerembap, napasnya seolah terputus seketika. Begitu pegangan di lengannya terlepas, Arka langsung melesat lari menuju lift servis yang masih terbuka. "Wooi! Jangan kabur!" teriak polisi lain yang baru menyadari sanderaannya melarikan diri. Suara sepatu bot yang beradu dengan lantai marmer koridor hotel bergema, menciptakan simfoni ketegangan yang memacu adrenalin. "Sialan!" umpat Adrian. Ia menoleh ke arah Tomi yang masih menekan luka Ririn. "Tom! Jaga Rir

