Namun, ketenangan itu tak bertahan lama. Ingatan Bu Ratna mulai berputar kembali pada kejadian tragis di rumah itu. Wajahnya perlahan berubah tegang. Ia mencengkeram tangan Naumi, matanya bergerak gelisah menatap ke arah pintu kamar yang tertutup rapat. "Naumi... di mana suamimu? Di mana Adrian?" tanya Bu Ratna dengan nada mendesak. "Mas Adrian sedang di kantor, Bun. Ada urusan mendesak, tapi dia janji akan ke sini siang nanti. Kenapa, Bun? Ada yang sakit?" Bu Ratna menggeleng cepat. Ia menarik napas dalam-pahit, seolah ada rahasia besar yang menyumbat tenggorokannya. "Bunda harus bicara sama dia. Hanya sama dia. Ada hal yang harus dia tahu tentang... tentang foto yang ada di balik lemari kecil di rumah kita." Naumi mengernyitkan dahi. "Foto? Foto apa, Bun?" "Foto masa lalu yang menja

