Adrian melangkah keluar menuju mobil sport Tomi yang sudah terparkir di halaman. Begitu pintu mobil tertutup rapat, suasana berubah menjadi dingin dan profesional. Tomi segera menginjak gas, membawa mobil itu melesat keluar dari gerbang rumah Magnolia. "Jelaskan padaku, Tom. Kenapa harus sekarang?" tanya Adrian tanpa basa-basi. Matanya menatap lurus ke jalanan depan, rahangnya mengeras. Tomi memutar setir dengan lincah, wajahnya tampak sangat serius di balik kacamata hitamnya. "Informan aku baru saja menelepon sepuluh menit sebelum aku sampai di rumahmu. Si 'orang bertato' itu, namanya Jono, terdeteksi di Terminal bus bayangan di pinggiran Jakarta. Dia sedang menunggu bus antar kota untuk menghilang." "Dia tahu kita sedang mengincarnya?" "Sepertinya begitu. Helena pasti sudah men

