“Haduh. Kok, mati ini?” tanya Anna saat ponsel yang baru saja diambil dari Carel mati. “Oh, sepertinya dayanya habis. Kita cas dulu. Nanti nelepon lagi.” Pria berkulit sawo matang itu meringis. Perempuan itu pun mengembalikan kembali ponsel Carel untuk dicas terlebih dahulu. “Cepat, lho.” “Idih. Cantik-cantik galak,” lirih Carel seraya memasukkan kabel cas ke ponsel miliknya. Beberapa menit kemudian tak ada yang keluar dari setiap mulut yang ada di ruangan itu. Hening. Ruangan pemilik sekolah tinju yang bergradasi hitam. Hampir sama seperti ruangan Anna. Bedanya di sana tak ada kamar mandi di dalamnya. “Sudah bisa itu untuk nelepon. Coba lagi,” perintah lelaki tertinggi di sana. “Baik.” Carel memencet ponselnya yang masih dalam keadaan tersambung oleh kabel pengalir daya. Ternyata b

