“Ada apa, Om?” tanya Deon seusai mengangkat gawainya. “Kita bisa bertemu?” tanya seorang lelaki dari seberang sana. “Di restoran biasa saja.” Setelah beberapa saat dia ditelepon oleh seseorang, Deon hendak mengambil kunci mobilnya. Lelaki itu mencari ke sekitar area meja kerjanya, tetapi tak ada. Lima menit dia habiskan hanya untuk mencari kunci mobil miliknya. Lelaki berkulit kuning itu duduk, berusaha menjernihkan pikirannya. Supaya dia bisa mengingat kembali keberadaan kunci itu. Matanya tampak memejam. Sedetik kemudian, dia baru ingat bahwa saat di ruangan Anna dia tak sengaja meletakkan kunci di sofa begitu saja. Dengan tergesa Deon masuk ke ruangan bosnya itu, tentunya dengan terlebih dahulu mengetuk. “Maaf, Bu. Saya mengambil kunci saya yang tertinggal. Oh, ya, saya mau keluar s

