“Bagaimana ini? Omset kita, kok, masih turun?” tanya Anna kepada sekretarisnya. Anna tadi memanggil sekretarisnya untuk rapat mendadak di ruangan CEO. Mereka membahas omset minggu ini yang merosot tajam, meski masalah dengan pembuat onar di media sosial kemarin sudah selesai. Malah semakin merosot. Hal itu membuat isi kepala bos muda itu seakan akan meledak. Bagian mana yang salah? Pikirannya kacau menggerogoti fokusnya. Saat pemilik bulu mata lentik itu akan menuliskan sesuatu di buku kerjanya. Dia berusaha menggapai penanya yang tak jauh dari posisinya dengan hanya melihat sekilas benda hitam itu. Bukannya pena, tetapi sesuatu yang seperti kulit halus. Segera dia melepaskan ketika sadar bahwa yang terpegang bukanlah penanya, melainkan tangan Deon. “Aduh, maaf. Aku mau mengambil pena i

