“Operasinya lancar. Sekarang tinggal pemulihannya, Bu.” Lelaki berkaca mata dan mengenakan jas putih itu berlalu setelah menjelaskan sekilas kepada keluarga pasiennya. Putri dari Bu Rania itu sedikit terlepas dari rasa cemasnya. Dia menghela napas panjang lantas mengeluarkannya melalui mulut. Otot-otot wajahnya mulai mengendur. Rasa khawatirnya menguap. Lega. Lekas wanita itu hendak menemui Bu Rania yang terbaring di pembaringan dan belum sadarkan diri. Namun, suara dering berkali-kali dari ponselnya menundanya masuk ke ruang rawat ibu kandungnya. Langkahnya terhenti. Dia memilih untuk mengangkat gawainya terlebih dahulu. “Halo. Ada apa?” tanya Anna membuka percakapan di telepon itu. “Bu Anna di mana? Ini tim penyelenggara acara lelang membutuhkan Ibu. Dari tadi saya telepon enggak Ibu

