Kalut

1074 Kata

“Ada apa lagi, Pak?” tanya Deon setelah menoleh ke arah asal suara. “Izinkah saya mengungkapkan sedikit saja di sini, sebelum perwakilan kami ikut ke dalam,” pinta lelaki gempal itu. “Baiklah. Silakan, Pak.” Anna pun buka mulut dan mengubah posisinya seperti tadi berhadapan dengan para demonstran. “Terima kasih, Bu. Pertama, kami selaku karyawan dari mendiang Pak Adam turut berduka cita atas meninggalnya belia. Kami pun baru tahu sekarang ini kalau beliau sudah tiada. Kedua, saya ucapkan terima kasih banyak atas kemurahan hatinya, Bu. Semoga Ibu dan keluarga selalu dalam sehat jiwa raga dan dalam lindungan Tuhan. Aamiin,” ucapnya. Seusai berterima kasih kembali, Anna pun balik badan kembali dan masuk bersama salah satu perwakilan dari mereka. Dari peristiwa ini bos muda itu kembali men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN