23 : Terbakar api cemburu

1607 Kata

Chiqita tak tahu harus menjawab apa. Apa sudah saatnya ia berterus-terang? "Bebi, kalau dalam perut sini ada dedek.. menurut Bebi bagaimana?" pancing Chiqita. Mata Bebi membulat lebar. "Dalam perut Tante ada dedeknya?" tanya Bebi bingung. "Mungkin," jawab Chiqita gaje. "Darimana datangnya dedek itu?" Kalau suaminya bukan Bebi, pasti Chiqita akan menabok mulut yang menanyakan hal sensi seperti itu. Ya dari elo lah! Kecuali kalau gue selingkuh! "Titipan dari Tuhan Yang Maha Esa," sahut Chiqita diplomatis. Bebi pun menghembuskan napas lega mendengar jawaban absurd Chiqita. "Untung bukan dari Bebi. Soalnya mamih dulu selalu melarang Bebi menghamili cewek. Bebi takut mamih marah, Tante..." Chiqita sontak ternganga keheranan mengetahui pemikiran Bebi. Astaga, bocah ini sepertin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN