26 : Rapat terbatas keluarga Oktavio

1691 Kata

Manda melangkah dengan kaki berjinjit sambil ekor matanya melirik seseorang yang berbaring diatas sofa. Astagah, kenapa dia bisa tidur diatas sofa? Apa dia sengaja melakukannya untuk memata-matai dirinya? Manda merasa tak nyaman, was-was, dan agak ketakutan dibuatnya. Padahal dulu sosok itu adalah tempatnya bermanja dan berkeluh kesah. Tak sadar Manda mendesah pilu, dan tersentak sedetik kemudian ketika merasa ada lengan kokoh yang melingkar di pinggang rampingnya. "Mau kemana kamu, Bunny?" suara serak dengan napas hangat itu menggelitik leher Manda yang sensitif. Dia jadi gugup. "Ku-kuliah, Bang." "Dengan melewatkan sarapan pagi?" tukas Zaidan halus namun penuh tekanan. Tangan pria itu mengelus perut datar Manda, seakan ingin memeriksa isinya. "Manda su- belum lapar." Mata Man

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN