BAB 13

1883 Kata

Pukul delapan malam, Sakaya akhirnya kembali ke asrama. Setelah memastikan tidak ada seorang pun yang memperhatikannya, ia membuka pintu kamar dengan hati-hati. Kepalanya sedikit menyembul lebih dulu sebelum akhirnya ia masuk. “Permisi,” ucapnya pelan, sekadar memastikan kalau ada seseorang di dalam kamar. Tidak ada jawaban. Sakaya menutup pintu di belakangnya dan mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan. Tempat tidur Arka, Nathan, dan Alden tampak kosong. Tidak ada suara percakapan, tidak ada suara musik, bahkan tidak terdengar suara ketikan dari meja belajar Alden. “Syukurlah,” gumamnya pelan. Setidaknya malam ini ia tidak perlu menjelaskan ke mana saja dirinya pergi. Sakaya kemudian berjalan menuju tempat tidurnya. Tas yang sejak tadi disampirkan di bahunya mulai terasa berat, seh

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN