Laki-laki itu membawa Sakaya menyusuri koridor yang berada di sisi lain gedung. Langkahnya cukup santai, seolah tidak ada sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Berbeda dengan Sakaya yang sejak tadi terus memperhatikan sekitar. Ia masih tidak tahu siapa laki-laki ini. Lebih tepatnya, ia tidak tahu seberapa banyak laki-laki ini mengetahui tentang dirinya. Karena untuk nama, Sakaya sudah tahu dari name tag seragam yang digunakan. Beberapa siswa yang mereka lewati sempat melirik, tetapi tidak ada yang terlihat curiga. Laki-laki itu bahkan beberapa kali menyapa orang yang berpapasan dengannya, membuat semuanya terlihat seperti percakapan biasa antara dua teman sekolah. Sakaya tidak banyak bicara. Ia hanya mengikuti langkah laki-laki itu sambil mengingat jalan yang mereka lewati. Tidak lama kem

