Bab 55e-Bukti Yang Lain

1049 Kata
Sebelum mengutarakan pertanyaan-pertanyaan menyenangkan dengan Darius--jelas sekali Gatot mencurigainya tanpa ampun--, ada banyak hal yang luput dijelaskan selama penyelidikan. Seperti keadaan ruangan saat peristiwa terjadi, hal-hal kecil yang luput dari perhatian, tetapi bermakna besar dalam perkembangan kasus.   Sebagaimana bissany Gataot memulai dari tiga aspek penting yang berkaita seperti, memperhatikan benda-benada yang dia temukan, serta diagnosis klinis dan psikologis forensik yang meyakinkan, dan terakhir kesimpulan hipotesis.Mungkin dia harus menyelipkan digital forensik juga mengingat sudah zamannya serba canggih.      Ruangan itu cukup luas. Dengan sofa besar berjajar di dekat jendela dan meja bulat berkaki tiga di tengah. Di bawahnya permadani afghan cokelat terhampar. Jarak tubuh korban yang telah diganti dengan gambar kapur terletak sekitar 300 meter dari permadani. Di sudut ruang, terdapat guci antik besar dan beberapa tanaman bonsai. Di sebelah selatan meja tulis dan kursi empuk berkaki tiga, di belakangnya terdapat rak buku-buku tentang bisnis dan karya-karya lama penulis-penulis terkenal.   Posisi setiap hal jadi berantakan. Dia baru saja mendapat hasil restorasi ulang terhadap panggilan telepon ponsel korban. Tidak ada yang spesial di dalamnya. Hanya saja dia menangkap kejanggalan pada nama Darius yang diteleponnya pada waktu-waktu ganjil seperti tengah malam. Saat dia menanyakan ada apa dan apakah korban keluar pada tanggal dan jam itu, pelayannya menjawab bahwa korban tidak pernah keluar malam-malam, apalagi tengah malam kalau bukan saat berlibur di luar kota maupun negeri.   Dia juga meminta merestorasi pesan dalam ponsel korban, dan tidak banyak yang dia temukan karena korban lebih banyak menggunakan telepon untuk mengundang kelima tamunya.   Tidak ada yang mendistrak kesimpulan yang dibuatnya selama dia tetap berada di jalan kebenaran, dia akan menemukan jawaban.   Tusukan di tubuh korban tidak dalam atau bahkan sampai merobek otot ligamen. Ada kemungkinan bahwa korban dibunuh lalu ada orang lain yang menusuknya.   Soal tempat terkunci itu…   Semua pada awalnya hampir selesai dan sesuai perkiraannya, tetapi kemudian AKP Farhat datang dan bermaksud mengambil alih kembali kasus ini.   Ada yang aneh dengan pengaturan dari sikap AKP Farhat yang berubah. Gatot hanya dapat terdiam menerima itu semua. Atas perintah siapa dan apa maksudnya Gatot belum harus menanyakannya.   Mereka membawa seorang profiller cakap yang kemudian menyimpulkan kejadiannya begini:   Hari itu korban dalam keadaan kurang sehat selama belakangan. Jadi dia memanggil sek ke rumahnya dan beberapa tamu dan koleganya langsung ke rumahnya.   Namun benar-benar hari yang sial bagi korban, ada saja kejadian-kejadian yang membuat penyakitnya kambuh dan kelelahan sehingga mengalami komplikasi.   Dimulai dari berhubungan seks dengan Daniela, kemarahan sang istri yang didengar Ibu Ananda, mendapat gangguan Elanour yang rewel dan terus menerus meminta uang, Dana datangnya Honda yang menuntut pertanggung jawaban atas kasus pencemaran nama baiknya, menuntut balas dendam, Honda menukar obat antihipertensinya dengan Vasopressin.   Na’as, saat korban tengah kambuh secara tiba-tiba, dia hanya sendiri, dia hendak memberitahu bahwa dia dibunuh dengan cara menancapkan belati ke tubuhnya sendiri sebelum meninggal.   Tentunya sangat banyak kelemahan fatal dari hipotesis tersebut. Gatot tidak bisa diam saja setelah melihat semuanya dan mereka akan menangkap orang yang salah.   Bisa dikatakan bahwa dia bukan orang yang baik hati saat menyangkut pelanggaran hukum, tapi dia juga bukan iblis yang mengimplikasikan keadilan sebagai hukuman untuk orang-orang yang tak berdaya, terpaksa, terjebak. Yang walaupun dia tahu kebenarannya, dia tak berdaya   Kejelasan tentang kebaikan dan keburukan, yang dilihatnya sejelas matahari pagi. Namun saat kebenaran dikaburkan demi hal-hal yang menuntut pengorbanan, dia kebingungan. Kadarnya menjadi abstrak dan tak dapat dikenali.   Dalam kasus ini semua sejelas melihat bakteri dengan mikroskop. Gatot mengajukan beberapa kelemahan dalam teori ini, dia mengumpulkan keempat orang tamu yang paling mendekati sebagai terduga. Dengan menggebrak meja Gatot meminta semua orang mengatakan kebenaran, kejujuran.   Yang pertama memgaku secara rahasia padanya adalah Daniela. Dia mengakui telah banyak dilecehkan oleh sang atasan dan bahwa pada hari itu sesuai yang dikatakan profiller AKP Farhat, memang terjadi. Korban tampak kelelahan dan berbutir-butir keringat membasahi pakaiannya. Dia juga mengatakan betapa tertekannya dia dan begitu tahu korban meninggal, dia amat bahagia.   Tidak ada lagi yang mau mengaku padanya, maka dari itu Honda didesaknya dengan permainan psikologi.   “Pacarmu sudah mengakuinya.”   “Apa yang Anda katakan padanya? Sungguh, Pak, ini semua tidak ada hubungan dengannya!”   “Jadi, Mas Honda. Bagaimana pandangan Anda tentang narkotika, misalnya ganja?”   Tentu saja Gatot telah memprediksi reaksi Honda yang menyesal karena tidak mau berbicara, dia memohon untuk tidak melibatkan pacarnya.   “b******k itu yang telah meracuni pacarku. Dia berpura-pura menawarkan kerja saat aku meminta tolong padanya lalu mencekoki pacarku dengan sengaja. Biadab! Aku tidak akan pernah memafkannya.”   Gatot tidak menyangka intiusinya sangat tepat, dan penyelidikan pun melebar. Korban memiliki bisnis illegal dan mungkin ada kaitannya dengan kelompok underground.   Dia sudah menghancurkan hidup seorang gadis muda. Benar-benar tak termaafkan.   Mengenai Elanour yang terlalu terus terang. Dia juga mengaku pernah mencuri dari kakak iparnya  itu, tetapi korban memafkannya begitu saja. Tak disangkanya bahwa kemudian kakaknya itu menipu dan menjual properti miliknya, berupa sebuah perkebunan di tanah yang jauh, karena itu warisan, dia tak begitu memperhatikan. Dia tidak bisa berbuat apapun karena takut dengan ancaman korban sehingga merelakannya.   Lalu keterkaitan antara Nyonya Elian dan Darius, Gatot tak meragukannya. Tidak mudah mengendus perselingkuhan, karena keduanya begitu menjaga hubungan mereka tetap rahasia.   Gatot memperlihatkan bukti CCTV yang terpotong, terlihat jelas pada waktu-waktu tertentu mereka kerap tertangkap tengah mesra mau pun bergandengan tangan, hal ini juga diperkuat dengan kesaksian para pelayan, bahwa keduanya amat dekat. Butuh usaha untuk meyakinkan Elian dengan sedikit mengancam karena sempat memotong bagian-bagian penting dia mungkin juga akan dicurigai mencegah penyelidikan polisi. Bukan hanya dia, tetapi juga kepala pelayan yang melakukannya.   Elian dengan marah dan tersedu-sedu mengungkapkan kekecewaannya karena suaminya terus menempeli gadis-gadis, maka dari itu dia mencari pelampiasan lain, bahkan hampir saja akan menceraikannya. Dan apa yang didengar Ibu Ananda hari itu adalah karena suaminya telah mengetahui hubungan terlarang keduanya.  Dia bahkan mengancam akan bunuh diri ika tidak diizinkan bersama Darius. Dia membawa pisau ke dalam ruangan.   Akan tetapi, dia tidak melakukan apapun yang menyakiti, dia hanya bermaksud menggertak, itu adalah saran dari Darius, karena mereka sangat mencintai. Suaminya menenangkan dia dan berjanji akan mengabulkan keinginannya.   Gatot lantas memeriksa apa saja yang hilang dari rekaman CCTV tersebut, tetapi hal itu juga membutuhkan waktu sehingga dia memutuskan untuk menanyai pada Darius sendiri.   Karena saat Gatot mengetahui dalang di belakang semuanya, bahwa ide-ide gila, menyetubuhi pegawai, menggunakan properti lahan untuk kegiatan misterius, mencobakan narkotik jenis baru, dan mempengaruhi istri korban semua hal menjurus kepada satu nama. Darius.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN