Bab 55d-Keterangan

1029 Kata
Penyelidikan Gatot tidak berujung  di sana. Dia mempertanyakan kelima tamu yang sempat mengunjungi mansion korban. Lebih tepatnya empat, penjual s**u bahkan tidak dapat dikategorikan sebagai saksi karena tidak menemui korban maupun masuk ke dalam wilayah korban. Kecuali s**u yang dibawanya akan diminum korban, dan menyebabkan kematian, nyatanya korban bahkan tidak menyentuh s**u sapi segar sebagai asupan.   Semua terlalu terburu-buru disimpulkan. Firman yang melihatnya gembira, mulai mempertanyakan kewarasannya. Gatot telah mecocokkan pada jawaban kawannya yang merupakan profiller cakap, seorang permata yang tersembunyi atau bisa dikatakan lari dari “keahlian yang membawa masalah di hidupnya”. Semua orang pasti memiliki masalah. Orang itu senang mendramatisir keadaan lebih dari yang seharusnya, dan karena keeksentrikannya inilah dia mendapat banyak masalah.       Delapan puluh persen, kemungkinan hipotesisnya mengandung kebenaran, setelah mengirimkan banyak bukti yang relevan.   Gatot tidak begitu menyukai ikut campur dalam masalah kaum elit. Memasuki dunia sosialita yang penuh glamor dan intrik, Elanour yang diam-diam berhutang untuk memenuhi kebutuhan hedonisnya, semakin sering mengunjungi Elian belakangan dengan alasan yang variatif. Dia mengalami penipuan barang branded sampai penipuan pajak asuransi rumahnya. Tetapi tidak satu pun yang Elian percaya. Pernah satu waktu Elanour mengancam akan bunuh diri di rumahnya dengan melompat dari lantai atas. Mau tak mau, Elian mengalah. Dikasih hati minta jantung, Elanour tidak berhenti mengganggunya, lebih parahnya dia menghubungi Indra untuk meminta uang.   Kelakuan kekanakan Elanour lambat laun menerror keluarganya. Perlu teguran keras untuk membuatnya kemudian berhenti.  Dan baru dua minggu berselang penyakitnya kambuh lagi dan kali ini Indra sendiri yang turun tangan menghentikannya dengan cara memblokir atm miliknya. Saat Elanour ke sana hari itu adalah untuk meminta belas kasihan kakaknya agar mengembalikan uangnya.   Sedangkan, Daniela tak lebih dari sekretaris merangkap asisten pribadi s***h wanita simpanan Indra. Gatot begitu yakin setelah mencari tahu dari gosip yang berkembang di antara pelayan. Tidak jarang Daniela terpergok mengancingkan blusnya setiap kali keluar dari ruang kerja majikannya.   Gatot tak yakin mengatakan bagaimana situasinya. Jika rumor telah berkembang di belakang punggung Elian, tentu besar persen kemungkinan dia mengetahuinya juga.   Anggapan itu dikuatkan pada saat kamera pengawas menangkap gambaran kegelisahan Daniela akan keberadaan orang lain di sekitar. Perlakuan itu dilakukan atas dasar paksaan, mengingat wajah tertekan Daniela selama sesi investigasi tentang apa yang dilakukannya di dalam ruangan.   Gatot membatasi diri untuk tidak menanyakan terlalu dalam, lebih ke tidak tertarik karena tidak mempengaruhi hasil apapun.   Daniela memiliki motif sama besar dengan Elanour untuk membunuh Indra, dan memiliki lebih banyak kesempatan menjalankan aksinya. Namun, Gatot telah sampai pada kesimpulan, kedua wanita itu tak bersalah.   Gatot sempat mengatakan bahwa Firman begitu kekeuh menduga tamu kelima sebagai pelakunya. Perspektif itu tidak sepenuhnya salah, sebelum kemudian bertemu secara langsung dengannya.   Honda Erfandri, tidak seburuk yang terlihat di monitor. Orangnya ramah, hangat, dan pandai bicara, tipikal seniman. Walaupun terkesan urakan, pakaiannya selalu rapi. Bicaranya cepat ketika dia dengan semangat menjelaskan musik yang dia mainkan untuk menterapi pasien dengan gangguan tidur dan ketenangan.   Yang berhasil dikoreknya bahwa dia baru berkerja selama dua bulan ini. Temannya yang mengajukan dirinya kepada Indra.   Honda menjelaskan video yang diputar tentang kemarahannya. Tidak begitu detail, hanya sebagian besar karena masalah personal. Sewaktu Gatot menanyakan apakah berhubungan dengan gajinya. Dia mengatakan bukan.   Bapak Indra sangat sering mengeluh kalau usaha terapinya sia-sia karena ketidakkompetennan Honda, padahal dia mulai terbiasa nyaman dan bisa tidur tanpa terbangun. Komentarnya itu bukan hanya ditujukan secara lisan melainkan disebarkan  di media maya sehingga banyak yang meragukan kemampuannya yang pada akhirnya berimbas pada mata pencahariannya. Dia juga setelah mengenal Indra lebih dalam merasa Indra begitu memuakkan karena mulai mengganggu pacarnya.     Dia sudah tidak tahan hingga tahu-tahu suaranya meninggi dan dimulailah pertengkaran. Dia menyesali hal itu. Saat dia menanyakan secara langsung, Indra sangat denial terhadap tuduhan itu. Lalu, mengenai botol yang dia gunakan, Honda menunjukkan botol vitamin, namun wajahnya tampak tidak sejujur sebelumnya. Keraguannya tampak dari alisnya yang mengkerut, sampai-sampai Gatot menanyakan keadaannya karena dia terlihat tidak nyaman.   Tuduhan dari Firman tak lantas hilang hanya dengan jawaban tidak memuaskan Honda. Gatot memperkirakan kemungkinannya sejenis drug yang dijual illegal oleh korban kepada pacar Honda.   Honda dengan kemarahan yang memuncak memiliki motif  kuat untuk melakukan kejahatan. Bahkan jika dia ditangkap karena ini pun dia tidak terkejut, tetapi orang bodoh mana mau menangkap buruan tidak bersalah? Jarum menunjukkan pada tamu terakhir, tamu ketiga  dan satu-satunya yang Gatot amat yakini terlibat secara tidak langsung. Pada saat mewawancarainya, dia membawa Denada yang tak tertebak. Denada mungkin terlihat seperti tumbuhan kantong semar. Terlihat menarik, namun melumatmu diam-diam. Dilihat dari rumahnya yang mewah dan elegan, orang yang akan ditemuinya berada di level yang berbeda. Untuk apa seorang yang kaya raya membunuh seorang yang lebih lemah darinya? Gatot menemukan dua alasan dominan dalam studi kasus yang selama ini dia amati. Jika bukan demi kesenangan, tentu karena  harga diri yang terlalu tinggi. Pertama memasuki rumah, pembantu di sana memberitahu bahwa Darius mengambil cuti hari ini, dia bahkan pergi berjalan-jalan dengan anjingnya.  Gatot tidak tahu kalau suasana berkabung akibat kehilangan teman bisa membuat seseorang seceria ini. Dia terus memindai sekeliling berharap menemukan kamera yang dapat merekam tindak-tanduk mencurigakannya. “Aku rasa kita harus kembali nanti.” “Tunggu saja di mobil. Akan sulit jika orang itu mencoba menghindari polisi.” Denada menurut dan akan memasuki mobil ketika dia tak sengaja melihat pria itu memasuki rumah. “Itu dia!.” Diwakili Denada, mereka berbasa-basi sebentar sebelum memasuki inti permasalahannya. Gatot dapat menangkap nada dan sirat merendahkan dari Darius. Dia melihat Denada dengan tatapan lapar, tertapi terlalu jijik untuk makan. Di dalam mansion ternyata lebih minimalis dari yang terlihat, dicat dengan warna-warna kalem dan lembut. Dinding-dindingnya dihiasi dengan benda-benda dan lukisan antik yang indah dan mahal.   Gatot mengenali salah satunya merupakan karya seniman Prancis, Jean Baptiste Greuze yang diberi nama La Jeune Fille Aa’lagneau(1750-1800), menggambarkan sosok wanita muda yang menumpukan kepala di tangannya, melirik ke arah samping. Gatot bahkan pernah membacanya di buku Sherlock Holmes yang dia gemari semasih sekolah.  Harga lukisa itu bisa mencapai miliaran saat ini. Mereka dipersilakan duduk di kursi berbahan kulit asli yang sangat nyaman, bahkan dimanjakan dengan secangkir teh wangi dan kue mahal. Jika pria itu berpikir mampu mempengaruhi penilaiannya, maka Darius teramat salah. Bahkan hal-hal menyenangkan itu tidak mampu meredam rasa ingin tahu Gatot yang dalam. “Jadi, bisa kita langsung ke inti pembahasan?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN