Malam semakin larut menyapa, tubuh Kanya sedikit lebih segar karena berhasil menyentuh air. Setelah terakhir menyentuhnya pagi hari tadi. Papa, Mama, dan Bang Raka masih menungguinya. Cesa, dia masih di rumah sakit juga, sibuk mengobrol dengan Papa dan Bang Raka tentang militer dan lain sebagainya. Bahkan sesekali bercerita tentang perempuan yang Cesa cintai. Suaranya samar dari tempat Kanya tapi dia tahu setiap topik yang mereka bicarakan melalui sepenggal kata yang terdengar jelas. "Minum obat dulu habis itu tidur, ya?" Mama memberikan beberapa butir obat. "Biar cepet keluar dari rumah sakit, Dik. Kalau setiap kali Cesa bisa IB terus kamunya sakit, enggak enaklah, Dik," lanjut Mama membujuk putrinya. Kanya mengambil butiran itu satu per satu, menelannya dengan segelas air putih yang se

