Lomba Baris-Berbaris tingkat Kabupaten Karanganyar akan diselenggarakan 1 bulan lagi. Maka bulan ini, Maret adalah bulan tersibuk bagi Kanya sebagai pelatih baris-berbaris. Dia harus menyiapkan banyak hal, mulai dari atribut, pakaian, hingga gerakan yang kurang mantap dari beberapa peserta terpilih. Dua puluh orang, terdiri dari satu komandan peleton, tujuh belas orang pasukan inti, dan dua cadangan. Mereka semua sedang berlatih di tengah lapangan, delapan belas orang dalam garis yang ditentukan sementara dua orang cadangan di tepi garis untuk mengecek aba-aba. Sementara Kanya bersama Anna dan Dava yang lagi-lagi memaksa ikut berada di tepi lapangan mencari bahan evaluasi. “Tangannya dikasih tenaga itu. Yang gerak cuma kakinya!” teriak Anna yang melihat salah seorang pasukan dengan tanga

