Salah tingkah....
"Woooow... cepat banget gerak lo." sindir Dany menatap wajah Cua, melirik Randy.
"Masuk, kita ada meeting dengan hotel Agro." perintah Dani.
Cua menuruti apa kata Dani.
"Emang udah nelfon?" tanya Cua bengong di belakang.
"Udah, tadi jam 11 dia balas email lo kan? tapi karena meeting ama pak Randy yang tampan ini, kita undur jadi sekarang."
Dani mengusap lembut pungung Randy dikemudi.
"Hmmm... jangan pegang-pegang, nggak enak sama Cua." kekeh Randy.
"Ehmmm... nggak ngaruh sama aku." ejek Cua dari belakang.
"Keliatan anak perawan nggak mau ngalah yah Ran?" kekeh Dani.
"Emang kamu nggak perawan?" Cua nyolot.
"Gue maaah masih perjaka." jawab Dani terkekeh, membuat Cua makin geram.
"Iiiiigh..."
Cua mengalihkan pandangannya, menatap gedung pencakar langit.
"Dan... aku ada kuliah lhoo jam 19.00, terkejar nggak yah?"
Cua menyentuh tangan Dani yang menghadang ke arah Randy.
"Kita meeting sebentar kan? ama mereka?" tambah Cua.
"Kita lihat nanti aja, mudah-mudahan cepat kelar. Oya, lo buat laporan di group promosi, posisi kita dimana yah Cua."
Dani menenangkan sekaligus memerintah Cua.
"Iya, udah dari tadi aku share." Cua masih menatap Randy dari kaca spion depan, berhubung, Cua duduk di belakang Randy, terkadang tatapan mereka bertemu, ada yang tersirat, tanpa mesti terucap.
Meeting di Hotel Agro, dengan CEO yang masih sangat muda, membuat Cua terkagum-kagum.
'Ternyata di usia muda para pengusaha ini telah memiliki segalanya, luar biasa, tampan... tajir... beeeegh... membuat aku sulit memilih.' batin Cua sambil terkekeh.
Angga pv...
Saat mengetahui Cua pindah ke kosan lebih baik, kemudian mendengar dari Lingga, Cua mendapatkan beasiswa dari perusahaan Papa Cua berkerja, timbullah rasa penasaran Angga pada Cua.
Ingin melakukan sesuatu, lebih tepatnya memanfaatkan Cua dengan kepolosannya, tapi digagalkan oleh Dani musuh bebuyutannya di club.
Dani mengetahui sepak terjang Angga.
Angga hanya seorang pria malas, tidak ada tujuan, sibuk dengan dunia malam, gonta ganti cewek, matre, miskin lagi.
Nggak ada nilai jualnya, emang seeeh... wajahnya good loocking, tapi jaman sekarang bukan tampan saja, harus lebih tebeeel...hehehe, sangat tidak mudah juga agar Cua terpikat hingga salah langkah.
Cua selalu dilindungi Dewa agar jauh dari marabahaya, menurut Mama Cua.
Semenjak malam mereka berpisah, Angga dan Cua tidak pernah berkabar lagi.
Dani melarang tegas.
Sama seperti pagi tadi, Dani membaca pesan dari Angga, agar Cua mengirimkan uang ke rekeningnya.
Membuat Dani emosi.
Menurut Dani, Angga itu laki-laki, dan berhak ditegaskan.
Dani memblokir nomor Angga, membuat Cua merasa nggak enak pada Angga karena sikap agresif Dani.
Perdebatan mereka tadi pagi sangat sengit, syukurnya Cua mengerti.
'Semoga saja menjauh dari Angga membuat Cua lebih baik.'
Perubahan Dani....
Rahmadhani Widya Sukoco atau biasa dipanggil Dani, gadis semata wayang Bapak Hartono Wijaya Sukoco dan Ibu Widya Rahmdanadinata.
Dani terlahir dari keluarga sangat kaya raya, Kakek dan Nenek Dani pengusaha perhotelan di Lombok hingga Manado.
Beberapa hotel berbintang di Jakarta adalah milik Hartono.
Hartono berpisah dari Widya, sejak Dani berusia 13 tahun.
Pihak ketiga dari Widya.
Widya menikahi pria selingkuhannya masa itu, seorang pengusaha Bank Swasta, cinta lama Widya masa sekolah bersemi kembali, ketika mereka bertemu di suatu acara Gathring, tapi pernikahan mereka tidak berlangsung lama.
Suami kedua Widya mengalami kecelakaan pesawat, dan dinyatakan meninggal, tidak dapat ditemukan.
Selama perceraian kedua orang tuanya, Dani menjadi gadis tertutup, lebih memilih dalam berteman.
Hingga kelas 1 SMA, Dani meminta Hartono memindahkannya sekolah di London, tapi selama sekolah disana, Dani berubah.
Menjadi wanita yang kaku, kasar, dan memilih menjadi pencinta sesama jenis.
Hartono murka, saat mengetahui putrinya menjadi wanita aneh. Tidak respect pada pria.
Widya tidak sepenuhnya dapat memperhatikan putrinya, karena kesibukannya mengurus perusahaan peninggalan suaminya.
Dani pernah meminta, agar Papi dan Mami kembali bersama.
Hartono lebih memilih diam dan menghindar.
Begitu dalam hati Hartono terluka karena perselingkuhan Widya kepadanya.
Hanya karena alasan perhatian dan ketidak pedulian Hartono pada Widya.
Berbagai cara Dani membujuk Widya, agar kembali pada Hartono, tapi Widya enggan.
Dengan alasan dia masih mengenang Kurniawan Kuncoro yang sudah almarhum.
Walaupun kedua pria ini baik memperlakukan Widya, namun tidak menurut Dani, karena Hartono tidak begitu gencar memohon pada Widya agar tidak berpisah.
Hartono memilih pasrah, menyerahkan Widya pada Kurniawan secara gentle.
Kekecewaan Dani terhadap Hartono sangat nyata pada saat itu.
Sehingga Dani lebih memilih tinggal bersama Widya dan Kurniawan.
Untuk kedua kalinya Dani kecewa kembali pada pria, pujaan hatinya Randy.
Yaaaaah.... Randy.
Randy lebih memilih menjadi kekasih Luna dari pada Dani.
Keputus asaan itulah membuat Dani lebih memilih pergi meninggalkan Randy, kemudian menjadi wanita sangat tertutup.
Saat Dani menghabiskan waktunya di club milik teman Papinya, om Diaz, Dani bertemu dengan Angga.
Penjahat kelamin yang sangat terkenal di Club.
Sering membawa wanita secara bergantian, memorotin wanita itu, hingga merusak kekasih semalamnya.
Dani selalu menolong wanita polos, tapi selalu gagal, karena termakan rayuan Angga kembali.
Pertama Dani melihat Cua di Club, Dani terkesima akan kecantikan Cua yang memiliki wajah oriental. Santai, bingung, tangan Angga melepas Cua, saat tiba didalam club.
Dani berfikir, 'ini saat yang tepat untuk menyelamatkan gadis ini.'
Dani memilih membawa Cua menjauh dari pandangan Angga.
Dani berhasil.
Saat Cua meminta keluar dari Club, Dani memberanikan diri mencium bibir Cua.
Ternyata benar, Cua memang polos.
Dani ingin meminta maaf, tapi Angga muncul secara tiba-tiba merebut Cua darinya.
Dani merasa bersalah, memilih berlalu menuju mobilnya.
Ternyata, diluar perkiraannya,
Cua dibawa Angga kembali ke kosannya.
Pikiran Dani sangat kalut masa itu. Berfikir jika Cua akan dilecehkan oleh Angga.
Ternyata Angga tidak ada didalam kamar kos Cua.
Melihat kamar Cua, Dani merasa Cua tidak begitu aman.
Dani lebih memilih menemani Cua di kamar kosnya.
Takut jika Angga hadir dihadapan Cua tanpa malu.
Menurut orang yang selalu mengikuti Cua, Angga beberapa kali menyambangi kos Cua, tapi tidak berani masuk.
Hanya melihat Cua dari kejauhan. Angga sengaja menjebak Cua untuk meminjam uang pada Cua, tapi dihalangi oleh Dani.
Itulah yang membuat Dani dan Cua ribut.
Dani memang tulus pada Cua, tapi tidak begitu pikiran Cua.
Cua lebih berfikir Dani akan memacarinya.
Dani berencana memindahkan Cua ke apartmennya, agar Cua aman dan tidak didatangi pria m***m seperti Angga lagi.
Semenjak kedekatan Cua dan Dani, semua berubah menjadi lebih sibuk dan lebih intens.
Cua dan Dani terlihat seperti ada hubungan special.
Padahal mereka seperti tom and jerry.
Beberapa kali Dani menemani Cua kuliah malam.
Sementara Dani sibuk dengan game onlinenya.
Cua memang berusaha keras untuk menyelesaikan kuliahnya tepat waktu, disuport oleh Dani, wanita yang mengagumi Cua dalam keheningan ditutupi dengan gaya juteknya.***