Di sebuah ruangan mewah dalam mansion megah keluarga Xenzia, suasana hangat sore itu terganggu oleh rengekan manja seorang wanita muda. "Mama, ayolah... Aku mohon, sekali ini saja, ya?" pinta Deadline, seorang wanita cantik dengan wajah memelas, sambil terus mengecup pipi ibunya, Liana. Liana tersenyum lembut, menatap putrinya dengan penuh kasih sayang, namun menggelengkan kepala pelan. "Deadline, Mama tidak bisa kalau Papa tidak mengizinkan." jawabnya sambil membelai rambut panjang putrinya yang mulai mengembang. Deadline, yang tidak puas dengan jawaban itu, melipat kedua tangannya di d**a dan mengerucutkan bibirnya. "Aaaa... Mama, Papa pasti akan mengizinkan. Ayolah, Mama, aku bosan sendirian di mansion. Davith juga belum pulang." lanjutnya dengan nada memohon yang lebih manja. Lian

