Enam Puluh Sembilan

1799 Kata

"Sam, aku telah membuat kesalahan." Kala aku mendekati pantry Sam tengah mengangkat teflon. Memindahkan mie dari dalamnya ke atas piring. "Kesalahan?" "Iya." Aku mengikuti Sam yang keluar dari pantry, berjalan menuju meja makan untuk mendudukkan diri. "Kesalahan apa?" "Aku mencurigai Arkan akan merebut posisi kamu sebagai pewaris utama." Lingkar coklat gelap di mata Sam melebar. Tuh kan. Bahkan dia terkejut akan perbuatanku, apalagi aku. "Aku tidak tahu. Kalimat itu keluar begitu saja." Sudahlah, aku frustasi memikirkannya. Mana tadi Arkan langsung pergi pula. Sedikitpun tidak menoleh lagi. Ah dia pasti marah. Pasti! "Lalu?" Manik Sam kembali datar. Seolah lupa sama sekali bahwa hati adiknya saat ini tengah terluka. "Dia bilang santai saja. Dia sudah mendengar kesalahpahaman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN