Club J menjadi pilihan Aera. Aku tidak keberatan karena club ini memang lebih banyak didominasi oleh anak-anak muda. Jarang sekali akan ada pria dan wanita dewasa. Yang mana lebih membuat aku merasa aman untuk berada di dalamnya. "Seperti biasa." Aera memesan pada bartender dan mendudukkan diri. Aku mengikuti di sebelahnya. "Kau mau apa?" "Bir." Aera memesannnya untukku. Kelihatannya sangat santai sekali. Pasti karena dia sering kemari. "Jadi?" Aera melirik sinis. "Apa yang papa katakan padamu?" "Bertanya saja kenapa aku akhir-akhir ini menjauhinya." Mataku menjauhi sorotan Aera. Kebenaran akan selalu ada di dalam sana. Jika dia menemukannya, aku takut segalanya akan meledak. "Lalu?" Aera menggeser segelas bir. Aku meraihnya. Menekan kedua telapak tangan pada kedua sisinya kuat.

