Enam Puluh Enam

1969 Kata

Ian mendekatiku. Mengangkat kedua kemeja di tangannya. "Mana yang menurutmu paling bagus?" Kemeja di tangan kanannya adalah kemeja biru pastel yang begitu lembut. Sesuai benar jika dipadankan dengan sifatnya. Sementara itu yang di tangan kirinya adalah kemeja hitam. Secara pribadi aku lebih suka seorang laki-laki yang memakai warna hitam. Misterius, kekuasaan, otoritas dan kewibawaan. Singkatnya menurutku lebih terlihat maskulin. Namun bolehkah aku mengatakannya? Itu bertentangan dengan diri Ian. Bisa jadi dia akan tersinggung. "Seria?" "Ah itu.." Dia memberanikan diri bertanya. Tandanya dia juga siap akan pendapatku kan? Kuarahkan telunjuk pada kemeja di tangan kirinya. "Itu lebih terlihat maskulin." "Baik." Dia berbalik, langsung memasuki walk in closet untuk berganti. Kalau dipi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN