Pagi – pagi yang dilakukan Juno setelah bangun tidur adalah berlari menghampiri ruang tamu, tempat di mana Ji Wook tidur malam tadi. Dia duduk di samping couch panjang coklat tempat Ji Wook kubaringkan, menatap wajah Ji Wook dalam – dalam dan menempelkan telunjuk di bibir kecilnya saat aku datang. Memintaku untuk tidak membuat suara. Aku memintanya mencuci muka dengan isyarat yang dijawab jempol terangkat oleh putraku. Membuatku menggelengkan kepala tak percaya. Juno bangkit berdiri dan kembali berlari ke dalam kamar. Aku beralih ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk kami. Menuangkan s**u ke dua gelas berbeda untuk dua ‘bayi’ di sana, dan segelas kopi untuk diriku sendiri. Sulit kupercaya, setelah harus berpisah dengan Steve karena keadaaan, dengan mudahnya putraku menyukai Ji Wook

